Rabu, 15 Februari 2017

Tugas Akuntansi Biaya

Nama                      : Dessy Eka Putri
Kelas                      : MA. 15 B2.2
Mata Kuliah           : Akuntansi Biaya
Dosen                     : M. Syahwildan SE, MM
STIE Pelita Bangsa - Cikarang

SISTEM BIAYA TAKSIRAN

Adalah sistem akuntansi biaya produksi yang menggunakan suatu bentuk biaya-biaya yang ditentukan di muka dalam menghitung harga pokok barang yang diproduksi. Dasar yang dipakai dalam penentuan norma fisik terbatas pada pengalaman produksi masa lalu.

TUJUAN PENGGUNAAN SISTEM BIAYA TAKSIRAN
1.     Untuk jembatan menuju sistem biaya standar
2.     Untuk menghindari biaya yang relatif besar dalam pemakaian sistem biaya standar
3.     Untuk pengendalian biaya dan analisis kegiatan
4.     Untuk mengurangi biaya akuntansi

PENENTUAN BIAYA TAKSIRAN
ü  Biaya taksiran biasanya dipecah menjadi tiga unsur yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerjadan biaya overhead pabrik.
ü  Biaya taksiran dapat ditentukan atas dasar data masa lalu, dari perhitungan, dari rumus kimia atau matematis, atau secara sederhana dengan taksiran.
ü  Biaya taksiran ditentukan pada awal masa produksi atau pada awal tahun anggaran

TAKSIRAN BIAYA BAHAN BAKU
q  Penaksiran kuantititas bahan baku yang akan dikonsumsi dalam setiap satuan produk à dapat didasarkan pada spesifikasi teknis, percobaan atau data masa lalu.
q  Penaksiran harga bahan baku à dapat didasarkan pada harga kontrak pembelian dalam jangka dipublikasikan.

TAKSIRAN BIAYA TENAGA KERJA
q  Penaksiran jumlah jam tenaga kerja yang akan dikonsumsi untuk menghasilkan setiap satuan produk à harus memperhitungkan juga waktu persiapan produksi, materials handling,             perbaikan mesin dan hal-hal lain yang memerlukan jam tenaga kerja
q  Taksiran biaya tenaga kerja = taksiran jumlah jam kerja untuk menghasilkan setiap satuan produk dikalikan dengan tarif biaya tenaga kerja.

TAKSIRAN BIAYA OVERHEAD PABRIK
¨  Penaksiran biaya overhead pabrik yang akan dibebankan kepada produk berdasarkan pada tarif yang ditentukan di muka.
¨  Untuk itu perlu dilakukan pemisahan biaya overhead pabrik ke dalam unsur biaya tetap dan biaya variabel
¨  BOP variabel ditaksir dengan melihat hubungan biaya tersebut dengan produksi, dengan anggapan bahwa terdapat hubungan yang konstan antara jumlah produksi dengan biaya yang dikeluarkan.
¨  Taksiran BOP tetap merupakan jumlah taksiran masing-masing unsur biaya overhead pabrik tersebut.

Soal



Jawaban:


PT OKI
LAPORAN BIAYA PRODUKSI
BULAN APRIL 2016
Data Produksi :
Produk Proses Awal                                                                           3.200
Produk ditransfer ke gudang                                                                  500
Produk dalam proses akhir                                                                  2.700
Ting.Peny BBB (100%), BK (40%)
Produk yang dihasilkan                                                                        3.200

Biaya dibebankan
Elemen Biaya                     Total                     Unit Ekuivalen            Biaya / Unit
BBB                            Rp 1.700.000                      3200                       531,2 unit
BTK                            Rp 2.782.000                      1280                    2.173,8 unit
BOP                            Rp 8.000.000                      1280                    6.250     unit       8.955 unit

Unit Ekuivalen = Produk selesai + (PDP Akhir x Tingkat Penyelesaian)
Biaya Bahan Baku                  2.700 (500 x 100%)  =  3200
Biaya Tenaga Kerja                2.700 (500 x 40%)    =  1280
Biaya Overhead Pabrik           2.700 (500 x 40%)    =  1280

Pertanggung jawaban biaya
Biaya Produk selesai ditransfer : 2.700 x Rp 8.955 = Rp 28.656.000
BBB    500 (100%) x 531,2 unit  = Rp    265.600
BTK    500 (40%) x 2.173,8 unit = Rp    434.760
BOP    500 (40%) x 6.250 unit    = Rp 1.250.000+
                                                                                                                Rp   1.950.360+
Total                                                                            Rp 30.606.360

Maka biaya sesungguhnya pada bulan april adalah Rp 30.606.360




Jurnal

1.      Mencatat Biaya sesungguhnya terjadi
Persediaan Produk Jadi                       Rp 30.606.360
        Produk selesai ditransfer ke gudang                   Rp 28.656.000           
        BDP – BBB                                                        Rp       265.600
        BDP – BTK                                                        Rp       434.760
        BDP – BOP                                                        Rp    1.250.000

2.      Mencatat Biaya produksi
Persediaan produk dalam proses         Rp 1.950.360
        BDP – BBB                                                        Rp       265.600
        BDP – BTK                                                        Rp       434.760
        BDP – BOP                                                        Rp    1.250.000

Selisih antara biaya produksi sesungguhnya dan biaya produksi menurut taksiran

Biaya Taksiran                                                Biaya Produksi Sesungguhnya
BBB                Rp     500                    Rp 1.700.000
BTK                Rp  1.000                    Rp 2.782.500
BOP                Rp  3.000                    Rp 8.000.000
Biaya Taksiran            Rp  4.500

Data produksi selama bulan april 2016
Produk Jadi                                200 unit
Produk dalam proses akhir        500 unit
Produk tersedia dijual             2.500 unit

Perhitungan :
Selisih BBB = Rp 1.700.000 – Rp 500 – 200 = Rp 1.699.300
Selisih BTK = Rp 2.782.500 – Rp 1000 – 500 = Rp 2.781.000
Selisih BOP = Rp 8.000.000 – Rp 3000 – 2500 = Rp 7.994.500

Maka Jurnalnya adalah :
BDP – BBB    Rp 1.699.300
BDP – BTK    Rp 2.781.000
BDP – BOP     Rp 7.994.500
Selisih             Rp 12.474.800


Pembagian selisih yang terjadi dalam bulan april apabila manajemen puncak PT OKI membagi selisih yang timbul ke dalam rekening persediaan produk jadi, persediaan produk dalam proses dan harga pokok penjualan adalah Rp 30.606.360 – Rp 1.950.360 = Rp 28.656.000 inilah selisih yang terjadi.